GKSBS Sumberhadi

Home Artikel

GKSBS Sumberhadi's Articles

GEREJA ADALAH WADAH BAGI ORANG YANG INGIN BERBUAT BAIK

Mendialogkan Pemahaman Gereja Sebagai Komunitas Orang Kudus

Oleh: Dkn. Sugianto[1]

Ada gejala bahwa jemaat-jemaat GKSBS cenderung hidup membenamkan diri dalam kegiatan-kegiatan ritual. Keprihatinan terhadap masalah-masalah social tidak pernah masuk dalam agenda diskusi gereja. Anggaran gereja terserap untuk kegiatan-kegiatan perayaan dan rutin. Program-program gereja hanya untuk melayani warga jemaat. Ada beberapa gereja yang berusaha membuat program – yang dimaksudkan – untuk merespon masalah-masalah social yang ada di sekitar gereja, tetapi nampak dilakukan asal-asalan, latah dengan trend yang berkembang dan tanpa kesadaran yang jelas. Padahal MPS GKSBS dan para pemikir di Sinode GKSBS – kelihatannya – tidak pernah berhenti berkampanye melalui berbagai media untuk mendorong agar jemaat-jemaat GKSBS menjadi gereja yang peduli dengan masalah-masalah social yang ada di sekitarnya. Dimanakah sumber masalahnya?


Gereja sebagai komunitas orang kudus

Menurut doktrin yang kita warisi disebutkan bahwa gereja kumpulan atau komunitas dari orang-orang yang sudah diselamatkan atau sudah ditebus dan dikuduskan. Sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, maka warga gereja harus memperlihatkan ciri hidup yang sudah diselamatkan.

Read more...

 

Menuju Petani Mandiri dan Sejahtera

Pada jaman dulu nenek moyang kita adalah petani dan nelayan. Mereka hidup dengan cara mengolah bumi dan berburu ikan di laut. Mereka bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Bukan untuk menumpuk kekayaan. Konon – menurut cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut – hidup mereka berkecukupan dan sejahtera. Sekalipun dalam bercocok tanam mereka tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida/insektisida serta herbisida kimia, padi dan tanaman lain yang mereka tanam menghasilkan buah dan panen yang melimpah. Mereka hidup dalam keseimbangan yang damai dengan alam.

Ketika jaman sudah berubah, jumlah penduduk bumi semakin banyak – manusia dengan akalnya – berusaha mencari cara yang memungkinkan bisa bertani yang lebih efisien. Tujuan efisiensi ini adalah agar lahan pertanian yang semakin terbatas – seperti sekarang ini – bisa menghasilkan panen yang berlipat-lipat, sehingga kebutuhan akan pangan penghuni bumi ini tercukupi.

Read more...

 

MEMBANGUN PARTISIPASI DAN KADERISASI

Mendorong Berkembangnya Forum Warga

 

Kepemimpinan GKSBS didasarkan pada asumsi bahwa Pemimpin gereja (GKSBS) yang sesungguhnya adalah Tuhan Yesus sendiri yang adalah Kepala Gereja. Lalu Tuhan Yesus menyerahkan kepemimpinanNya itu kepada para pejabat gereja yang mencerminkan otoritasNya.

 

Karena otoritas pemimpin (pejabat) gereja berasal dari Tuhan Yesus sendiri, maka otoritasnya bersifat sakral, bersifat mutlak dan tidak bisa digugat – apalagi ditandingi.

Otoritas yang bersifat mutlak ini pada satu sisi menjadikan kepemimpinan menjadi efektif, tapi pada sisi lain menghambat tumbuhnya partisipasi – dan bahkan justru berlawanan dengan nilai-nilai kristiani.

Read more...

 

MENGAPA GKSBS SUMBERHADI PEDULI PERTANIAN ORGANIK

Gerakan  Pertanian Organik Berbasis Potensi Dan Sumberdaya Lokal

Oleh: Dkn. Sugianto[1]

Perih kehidupan kaum tani

Revolusi Hijau yang digerakkan akhir 1969 oleh rezim Orde Baru memang telah memberikan dampak luar biasa pada produksi beras nasional. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, gerakan yang dirancang untuk mensejahterakan kaum tani telah menampakkan sisi-sisi negative yang sangat mendasar pada sector agraria, diantaranya:

a. Menurunnya – bahkan – rusaknya kualitas tanah dan air sebagai media paling pokok dalam kehidupan pertanian. Penggunaan pupuk kimia, pestisida/insektisida kimia dan herbisida kimia menyebabkan struktur dan pH tanah serta kualitas air berubah.

b. Hancurnya ekosistem pertanian. Predator hama dan penyakit tanaman banyak yang mati dan punah akibat pemakaian pestisida/insektsida dan herbisida kimiawi. Akibatnya beberapa jenis hama dan penyakit mengalami ledakan populasi dalam tingkat yang tak terkendalikan. Bahkan ditengarai beberapa jenis hama telah bermutasi sehingga memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang telah tercemar dengan bahan-bahan kimia.

Read more...

 

STELSEL PRESBIETERIAL-SINODAL A LA GKSBS

 

Sistem bergereja adalah pilihan yang ditentukan oleh pengalaman historis sebuah gereja. Jadi pemilihan sistem (stelsel) bagi sebuah gereja bersifat kontekslual – sangat ditentukan oleh konteks kesejarahan dan pengalaman gereja yang memilihnya. Maka semua sistem adalah baik bagi gereja yang memilihnya. Sehingga tidak relevan memperdebatkan sistem mana yang paling baik dari antara sistem-sistem yang ada.

Tidak ada sistem yang sempurna. Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekuarangannya sendiri. Yang penting untuk dimengerti dan disadari adalah bagaimana konsekuansi-konsekuansi dari penggunaan sistem itu dalam kehidupan bergereja. Sebab sistem itu begitu dipilih, dia akan menjadi semacam mindset sebuah institusi bergereja.

Read more...

 
More Articles...

Share

Facebook Status "Apa Yang Anda Pikirkan?"