GKSBS Sumberhadi

Home Biston Memberitakan Injil Kerajaan Allah

Memberitakan Injil Kerajaan Allah

Markus 1 : 14 - 38

Tuhan Yesus menyatakan bahwa tujuan hidup-Nya adalah memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Dia berkata:”Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.

Apakah yang dimaksud dengan memberitakan Injil itu?

Kalau kita cermati dari Markus 1:15-38 kita akan menemukan beberapa hal:

1. "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Orang-orang pada zaman Tuhan Yesus sedang menanti-nantikan kedatangan Kerajaan Allah, yaitu adanya seorang Raja yang diutus Allah untuk membebaskan mereka dari penindasan bangsa lain.

Dalam situasi penantian yang tidak menentu itu, Tuhan Yesus memberitakan bahwa Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Dengan begitu pemberitaan Tuhan Yesus memberikan pengharapan bagi orang-orang yang menanti-nanti kedatangan Kerajaan Allah.

Kalau orang mau terlibat dalam Kerajaan Allah yang sudah mulai berlangsung itu, orang harus bertobat dan percaya kepada Injil.

Bertobat berarti berubah pikiran, mengganti cara berpikir yang lama dengan cara berpikir yang baru, yaitu cara berpikir yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Menurut Rasul Paulus itu dikatakan : “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Percaya kepada Injil itu maksudnya adalah menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah.

2. "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Bagaimanakah hidup yang sesuai dengan kehendak Allah itu?

Hidup yang sesuai dengan kehendak Allah itu, adalah hidup yang dijalani dengan mengikut Yesus.

Sejak berjumpa dengan Yesus Simon ,Andreas, Yohanes dan Yakobus mengalami perubahan jalan kehidupan mereka. Merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Terjadi perubahan arah kehidupan, tujuan hidup mereka berubah, yaitu mengikuti tujuan yang diberikan oleh Tuhan Yesus.

Selama ini mereka adalah nelayan penjala ikan. Tuhan Yesus mengubahnya menjadi penjala manusia. Selama ini tujuannya adalah mendapatkan ikan, Tuhan Yesus mengubahnya untuk mendapatkan manusia. Tujuan berubah dari ikan menjadi manusia.

Apa artinya bagi kita sekarang?

Kita juga harus mau diubah oleh Tuhan Yesus. Biarlah Tuhan Yesus mengubah arah dan tujuan hidup kita. Tujuan pekerjaan kita harus berubah, dari sekedar mendapatkan uang menjadi mendapatkan orang. Sehingga terus menerus bertambah orang yang hidup sesuai dengan kehendak Allah, yaitu mengikuti Tuhan Yesus.

3. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan.

Ternyata Injil itu merupakan kuasa penyelamatan. Dalam Roma 1:16 Rasul Paulus mengatakan :” karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.”

Injil bukan hanya kabar berita yang enak didengar, tetapi juga tindakan pelayanan yang memperbaiki keadaan. Menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan.

Gereja kita adalah gereja para pelayan, yang berarti juga gereja para pemberita Injil. Dalam hal ini, kita tidak hanya bercerita tentang Yesus sang Juru Selamat, tetapi juga melakukan berbagai-bagai tindakan pelayanan yang berguna untuk memperbaiki kehidupan umat manusia.

Sebaliknya, kita juga tidak hanya sibuk melayani dan memperbaiki keadaan, tetapi harus juga memberitakan Injil Kerajaan Allah yang memperbaharui pikiran dan membawa orang mengikuti kehendak Allah.

Sekarang ini banyak orang menderita bermacam-macam penyakit dan ada banyak setan-setan berkeliaran. Tentu kehadiran Gereja yang menyembuhkan dan mengusir setan sangat diperlukan. Ini merupakan tantangan buat kita semua.

Kita bisa menjadi Gereja yang memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan kita sudah memulainya sejak lama, tetapi hasilnya tidak begitu tampak menggembirakan. Barangkali ada yang masih kurang, yaitu kita kurang berdoa. Sehingga kita mudah lelah dan tidak serius menjalankan mandat Tuhan Yesus.

4. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."

Kita akan menjadi Gereja yang dicari orang, kalau kehidupan gereja kita memang berdisiplin dalam hal berdoa.

Cobalah diskusikan, bisakah kita membangun kebiasaan doa pagi di keluarga kita masing-masing? Adakah yang berminat jika Gereja menyelenggarakan pembinaan spiritualitas, dengan cara menyelenggarakan kebaktian khusus jam 5 pagi setiap minggu sekali? Diskusikanlah!!!

 

Share

Pencarian
Ayat Hari Ini
Who's Online
We have 10 guests online
Twitter GKSBS Sumberhadi
This user has reached the maximum allowable queries against Twitter's API for the hour.