GKSBS Sumberhadi

Home Khotbah

Khotbah

Aman dan Nyaman dalam Perlindungan Tuhan

Mazmur 31 : 1 – 25

Saudara-saudara,

Salah seorang ahli pikir mengatakan bahwa pada dasarnya kehidupan manusia itu selalu berada dalam kekuatiran atau keadaan terancam.

Ketika seorang bayi lahir ke dunia, ia mengawali kehidupannya dengan jerit tangis memilukan. Kalaulah boleh dikatakan, ia secara naluri mengetahui bahwa keadaan di luar perut ibu adalah keadaan yang tidak aman, keadaan yang mengancam.

Dalam perjalanan kehidupan selanjutnya, secara naluriah setiap orang selalu berupaya untuk mencari atau menciptakan keadaan yang aman dan nyaman. Katakanlah, bahwa semua orang selalu membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

Apakah saudara-saudara juga butuh keamanan dan kenyamanan?

Ketika kita masih bayi, kita merasa bahwa keadaan yang paling aman dan paling nyaman itu adalah dalam kandungan ibu.

Ketika kita masih kanak-kanak, kita merasa aman dan nyaman dalam perlindungan orang tua kita.

Tapi ketika kita sudah dewasa, sudah jadi orang, dimanakah kita bisa merasa aman dan nyaman?

Menurut pemazmur, Tuhan adalah tempat perlindungan yang paling aman dan nyaman.

3….”Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

4Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. “…

Saudara-saudara,

Apakah artinya jika Tuhan adalah tempat perlindungan kita? Bagaimanakah cara berlindung kepada Tuhan itu? Mari kita pikirkan dan renungkan bersama.

Tempat yang aman dan nyaman itu adalah tempat yang membuat kita merasa dikasihi dan disayangi. Tempat yang aman itu adalah tempat kita diperlakukan dengan baik dan dianggap berharga dan penting.

Kita bisa saja merasa aman karena tidak ada yang melukai tubuh kita, tidak ada penyakit yang menggerogoti tubuh kita. Tidak ada orang yang mencuri harta milik kita.

Namun demikian, jika ada yang melukai hati kita, menghina dan menginjak-injak harga diri kita pastilah kita merasa tidak aman dan nyaman. Tubuh aman tapi hati dan jiwa kita tidak aman.

Karena itu, soal aman dan nyaman adalah soal terpenuhinya kebutuhan lahir dan batin, jasmani dan rohani, material dan sosial.

Jika Tuhan adalah tempat perlindungan kita, maka kita mempercayai Tuhan yang memberi jaminan akan terpenuhinya kebutuhan kita lahir dan batin, jasmani dan rohani, material dan sosial.

Cara berlindung kepada Tuhan adalah mempercayai dan mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan.

Saudara-saudara

Tuhan Allah berkenan menjadi Bapa bagi kita yang percaya kepada-Nya. Tuhan Allah berkenan menjadi Ibu bagi kita yang mengandalkan Dia.

Tuhan Allah adalah Bapa yang baik dan Ibu yang penuh kasih sayang. Karena itu, kita akan sungguh-sungguh aman dan nyaman jika berlindung kepada-Nya.

Saudara-saudara,

Dunia ini memang bukan tempat yang aman dan nyaman. Selalu saja ada ancaman atas kehidupan kita. Bahkan kadang dalam rumah sendiri pun kita masih merasa terancam.

Ada bermacam-macam ancaman. Misalnya, ancaman yang bisa melukai tubuh kita: kecelakaan kerja, kecelakaan lalu-lintas. Ancaman yang bisa merusak fungsi-fungsi dalam tubuh kita: penyakit, kelaparan, kurang gizi. Ancaman yang bisa melukai hati kita: dihina, dibenci, dijauhi, tidak dianggap atau dicuekin. Ancaman yang bisa merusak hubungan kita dengan sesame: pertengkaran, perselisihan, permusuhan.

Lantas bagaimanakah kita bisa menemukan Tuhan yang menjadi tempat perlindungan?

Kita bisa menemukan Tuhan yang memberi rasa aman dan nyaman, ketika kita berdoa. Pada saat berdoa kita sadar bahwa hidup kita adalah milik Tuhan. Segala hal yang kita kuatirkan dapat kita serahkan kepada Tuhan. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”(1Petrus 5:7)

Kita bisa menemukan Tuhan yang memberi rasa aman dan nyaman, ketika kita beribadah bersama jemaat. Dalam ibadah bersama itu kita mengalami kebaikan Tuhan dalam perjumpaan dengan saudara-saudara seiman. “Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita… sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.”(Mazmur 100:2,5)

Kita bisa menemukan Tuhan yang memberi rasa aman dan nyaman, ketika kita saling mengasihi dan saling memperhatikan. Dalam berkeluarga dan dalam hidup berjemaat kita bisa menemukan Tuhan, kalau saja kita sungguh-sungguh saling mengasihi dan saling memperhatikan.

Kita bisa menemukan Tuhan yang memberi rasa aman dan nyaman, ketika keadilan yang berpihak di perjuangkan, hukum ditegakkan dan masyarakat hidup dalamdamai dan tertib.

Saudara-saudara,

Kenyataannya, kita hidup dalam situasi yang diwarnai oleh berbagai ancaman yang mencemaskan dan menakutkan. Tetapi kita bisa merasa aman dan nyaman, jika kita mempercayai dan mengandalkan Tuhan sebagai tempat berlindung.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”(1Petrus 5:7)

Amin.

 

Mendengarkan Tuhan dan Mentaati Kehendaknya Meskipun Mengalami Kesulitan

 

BAHAN KHOTBAH 27 Maret 2011

“Mendengarkan TUHAN dan mentaati kehendak-Nya, meskipun mengalami kesulitan.”

Mazmur 95 : 1-11

Mazmur 95 : 7b-8a

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskakan hatimu…

Jemaat Tuhan yang kekasih

Marilah kita lanjutkan pembacaan Alkitab dengan membaca :

Keluaran 17: 1-7

Jemaat Tuhan yang kekasih

Ada waktunya kita merasakan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Ketika kita merasa baik-baik saja, berkecukupan sandang dan pangan, dalam keadaan sehat dan punya banyak teman.

Ada waktunya kita tidak merasakan tuntunan Tuhan, merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkan kita. ketika kita sedang tertimpa musibah, sibuk dengan berbagai kesulitan yang tak kunjung ter-atasi, dan merasa sendirian menghadapi banyak kesusahan.

Bangsa Israel juga merasa kalau Tuhan Allah telah meninggalkan mereka. Sebab mereka berada di tengah padang gurun yang luas, sedang kehausan dan belum menemukan sumber air yang menjamin kelangsungan hidup mereka.

Bangsa Israel merasa telah diterlantarkan Tuhan, tidak lagi dipedulikan nasibnya. Bahkan mereka merasa kalau perjalanan melalui padang gurun itu merupakan cara yang dipakai oleh Tuhan melalui Musa untuk membinasakan mereka.

Mereka beramai-ramai protes,: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?”

Nampaknya, bangsa Israel beranggapan bahwa tuntunan atau pimpinan Tuhan itu hanya pada saat-saat yang menyenangkan. Kalau Tuhan yang memimpin , keadaannya akan selalu baik-baik saja. Kalau keadaannya buruk, tidak menyenangkan, sulit diatasi, itu pertanda kalau Tuhan telah meninggalkan mereka.

Bukankah mereka keluar dari Mesir karena mengikuti kehendak Tuhan? Bukankah Tuhan sendiri yang memimpin? Tetapi bagaimana mungkin Tuhan yang memimpin, sampai membuat mereka kehausan dan tidak kunjung mendapatkan air?

Saudara-saudara,

Cara berpikir bangsa Israel yang seperti itu, disebut mencobai Tuhan. Mencobai Tuhan karena mempertanyakan apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak. Mencobai Tuhan karena merasa kalau Tuhan tidak peduli dengan nasib buruk yang dialaminya.

Kita harus tahu, kalau Tuhan Allah adalah Tuhan yang harus ditaati secara mutlak. Tuhan yang harus ditaati pada waktu kita sedang baik-baik saja, dan tetap Tuhan yang harus ditaati pada waktu kita mengalami keadaan serba kesulitan.

Kita harus tahu, bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu. Tuhan berkuasa untuk membuat kita senang, berkuasa pula untuk membuat kita susah.

Kita harus percaya, bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan. Dia tetap akan melakukan penyelamatan pada waktunya dan dengan caranya.

Kita harus percaya, bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita dari berbagai kesulitan yang kita hadapi. Melepaskan kita dari bahaya yang menghadang kita.

Kita harus percaya, bahwa apapun yang kita alami dan hadapi, Tuhan yang maha pengasih itu tetap peduli dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Karena itu, mari kita mempercayai dengan tetap setia mentaati Tuhan Allah, sekalipun menghadapi berbagai-bagai kesulitan.

Mari kita tetap bersorak dan memuji nama-Nya, bersyukur atas segala hal yang boleh terjadi dan kita alami.

Jangan keraskan hatimu, lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan. Kalau kita senang kita bersenang-senang untuk Tuhan. Kalau kita sedang susah, kita juga bersusah-susah untuk Tuhan.

“Tuhan yang member, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama-Nya untuk selama-lamanya. Amin.

 
More Articles...

Share