GKSBS Sumberhadi

Home Khotbah Melayani dengan Ketekunan dan Kesabaran

Melayani dengan Ketekunan dan Kesabaran

 

Nats : Yakobus 5:7-11

 


Saudara-saudara yang terkasih

Jika tidak tahu latar belakang sejarah Christ John, mungkin banyak yang menduga bahwa prosesnya menjadi petinju juara, mungkin begitu remaja masuk sasana tinju (arena, tempat latihan), lalu karena nasibnya baik ia berprestasi. Padahal ternyata tidak demikian.

Perjalanan karir tinju Christ John tidak sederhana dan mudah, sebagaimana petinju pada umumnya. Pada umumnya orang menjadi petinju karena merasa senang, merasa kuat, punya otot tangan yang kuat, lalu masuk sasana tinju, latihan dan akhirnya berprestasi. Christ John butuh ketekunan dan kesabaran untuk sampai pada prestasi gemilangnya. Karena rupanya , Christ John, saat masih SMA, jika berangkat dari desa ke sekolahnya yang berada di kota Purbalingga, ia tempuh dengan naik sepeda. Sepeda biasa, sepeda onthel, bukan sepeda motor. Jaraknya pulang pergi 45 km. Hal itu dilakukan tiap hari selama 3 tahun. Kemudian Christ John juga berlatih seni bela diri. Maka jauh sebelum masuk sebuah sasana tinju di Semarang, dia telah punya bekal fisik dan mental yang kuat. Lalu ia berlatih tidak sebentar di sasana tinju. Sehingga suatu ketika nama dan prestasinya menyentak banyak pihak, melampaui semua petinju yang pernah ada di Indonesia. Dan belum ada yang menyamainya. Hingga hari ini ia masih memegang sabuk juara dunia salah satu kelas tinju. Christ John menjadi yang sekarang demikian itu melalui proses yang tidak dadakan. Tidak instant. Tetapi butuh kesabaran dan ketekunan dalam waktu yang lama.

 

Saudara-saudara

Jaman sekarang adalah jaman kemajuan. Ada banyak orang yang suka serba cepat. Ada banyak orang yang mau memilih jalan pintas. Tidak lagi laku lambat-lambat asal selamat atau alon-alon waton kelakon. Orang cenderung grusa-grusu dan terburu-buru. Bahkan cenderung mudah jemu atau bosan. Tentu keadaan ini berpengaruh dalam kehidupan kita semua. Termasuk dalam hal gaya pelayanan kita. Kegiatan pelayanan bisa jadi tidak berlangsung secara terus menerus. Program jemaat juga bisa berlangsung kadang-kadang, sekali-sekali dan tidak jelas kelanjutannya. Mengapa? Bosan. Malas. Tidak kelihatan hasilnya.

 

Rasul Yakobus mengingatkan kita akan pentingnya ketekunan dan kesabaran. Kita diajak melihat ketekunan dan kesabaran petani dalam bekerja mengharapkan hasil usaha taninya. Kita diajak belajar dari cerita Ayub yang sabar menanggung derita. Ya, menurut Yakobus iman dan pengharapan itu tampak melalui ketekunan dan kesbaran. Bagaimanakah dengan kita ? Apakah kita termasuk orang-orang yang tekun dan sabar?

Syukurlah, karena ada banyak di antara kita yang masih memiliki ketekunan dan kesabaran. Ada banyak orang yang masih nampak tekun terlibat dalam kegiatan ibadah jemaat. Ada orang-orang yang tekun menjadi pejabat gerejawi. Ada orang-orang yang tekun bekerja. Anak-anak juga tekun belajar. Ya, boleh dibilang, jemaat kita ini adalah kumpulan orang-orang yang tekun dan sabar.

 

Akan menjadi lebih baik lagi, jika jemaat GKSBS Sumberhadi ini menjadi sebuah jemaat yang menampilkan gaya hidup yang tekun dan sabar. Gaya pelayanan yang tekun dan sabar. Kita semua tahu, bahwa ketekunan dan kesabaran akan menuai keberhasilan yang mantap. Karena itu di tengah arus kehidupan yang serba terburu-buru dan grusa-grusu ini, jangan sampai kita terbawa-bawa. Kita lebih baik memilih lambat asal selamat dari pada grusa-grusu waton kleru. Dan tentu akan lebih baik lagi kalau kita mau berjuang dengan keras , berpikir keras dan berkemauan keras. Sehingga kesabaran dan ketekunan kita menjadikan kita bisa cepat, cermat dan selamat serta dapat berkat.

 

Mari kita lakukan pelayanan dan tugas kita masing-masing dengan kesabaran dan ketekunan. Tuhan pasti memberkati.

Amin.

 

Share

Facebook Status "Apa Yang Anda Pikirkan?"