BANGKIT DARI PERASAAN TIDAK BERDAYA
1 Petrus 2 : 4 – 10
Surat 1 Petrus ini ditujukan kepada rang-orang Kristen yang tersebar di daerah Asia kecil, Galatia dan sekitarnya. Surat ini ditulis ketika orang-orang Kristen mengalami penghambatan dan penganiayaan dari para penguasa kekaisaran Romawi. Sehingga mereka berada dalam situasi tertindas dan merasa tidak berdaya. Adapun tujuan surat Rasul Petrus ini adalah untuk memberikan penghiburan dan menguatkan jemaat-jemaat yang tertindas dan tercerai-berai tersebut.
Sebagai negara adi kuasa (Super power), pemerintah Romawi bisa berbuat sewenang-wenang terhadap jemaat Kristen waktu itu. Jemaat Kristen waktu itu masih muda, belum terorganisir dengan baik, masih miskin , yang kebanyakan adalah para perantau korban perang, sungguh-sungguh merasa kecil hati dan tidak berdaya menghadapi kesewenang-wenangan penguasa Romawi. Dan perasaan kecil, lemah dan tidak berdaya ini menyebabkan mereka telah merasa kalah. Sehingga banyak di antara mereka yang putus asa, dan meninggalkan iman Kristen atau murtad.
Surat 1 Petrus mengingatkan bahwa sesungguhnya orang-orang Kristen, pengikut Yesus itu, adalah:”Bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri” (ayat 9) . sehingga memiliki kedudukan yang mulia di hadapan Allah. Karena itu, umat Kristen sekalipun hanya golongan kecil (minoritas) dalam suatu bangsa, tidak perlu harus merasa kecil hati dan tidak berdaya. Mereka tidak boleh gampang menyerah dalam berhadapan dengan kekuasaan pemerintah. Iman kepada Yesus Kristus yang telah bangkit, menjadikan orang-orang Kristen berharga dan mulia di hadapan Allah.
Tuhan Yesus adalah seumpama batu yang dibuang oleh tukang bangunan, batu yang tidak dihargai, tetapi dipilih Allah menjadi batu penjuru, yaitu batu yang berharga dan menentukan kekuatan sebuah bangunan. Orang-orang menyalibkan dan menghinakan, menindas Yesus hingga mati. Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Karena itu, para pengikut Yesus harus bangkit dari perasaan tidak berdaya. Allah yang telah membangkitkan Yesus, menjadi andalannya dan sumber pertolongannya. Dan kuasa kebangkitan Tuhan Yesus itu, tersedia bagi semua orang yang mau mempercayai dan mengandalkan Dia.
Pada kenyataannya, kita ini bukan orang-orang yang tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Tetapi sering kali kita merasa tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak, ketika menghadapi kesulitan dan tantangan kehidupan. Untuk itulah, kita harus percaya bahwa Allah yang telah bertindak membangkitkan Yesus, ada di pihak kita. Di balik realita kehidupan yang kita alami ada kuasa Allah yang terus-menerus bekerja. Oleh kuasa Allah, kelemahan kita diubah menjadi kekuatan dan kekalahan diubah menjadi kemenangan. Allah sering melakukan segala sesuatu demi kebaikan kita, tanpa kita ketahui. Kuasa-Nya bekerja melampaui hal-hal yang kita pikirkan dan kita doakan.
Marilah kita bangkit dari perasaan minder; bangkit dari perasaan tidak berdaya. Perasaan itu hanya melemahkan semangat kita saja. Sebaiknya kita harus merasa bangga sebagai pengikut Yesus. Bangga sebagai orang Kristen. Karena kita adalah umat kepunyaan Allah, bangsa terpilih dan imamat yang rajani.
Walaupun kita tidak sanggup atau mampu melakukan perbuatan-perbuatan besar, itu tidak berarti kita tidak mampu berbuat apa-apa. Masih ada banyak hal baik yang bisa kita lakukan. Karena itu, mulailah kita menghargai kemampuan yang telah ada pada kita. Dan mari, berbekal kemampuan yang ada, kita berupaya mengarahkannya guna memberitakan perbuatan Allah yang besar, yang telah membawa kita keluar dari kegelapan menuju kepada terang-Nya yang ajaib. Mari kita tunjukkan kepada dunia sekeliling kita, bahwa pengikut Yesus bukan golongan kecil-minoritas yang tidak berdaya. Pengikut Yesus adalah bangsa terpilih yang ditopang oleh kuasa klebangkitan Yesus. Penderitaan dan kematian telah dikalahkan Tuhan Yesus. Apa lagi yang perlu kita takuti ? Tidak ada lagi selain Tuhan Allah saja. Mari kita lawan ketakutan, ketidakberdayaan, demi ketaatan kita kepada Allah. Allah ada di pihak kita , kita tidak perlu takut kepada siapapun. Amin.


