MELAYANI ORANG KAYA
Lukas 19: 1-10
Ø Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus
Menurut pengalaman kita soal melayani atau soal diakonia biasanya selalu kita hubungkan dengan orang miskin. Atau lebih tepatnya, sasaran diakonia adalah orang miskin.
Program pemerintah yang kita kenal, seperti BLT (Bantuan Tunai Langsung), Raskin, Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) ditujukan untuk orang-orang miskin atau yang dianggap miskin.
Hal itu memang benar. Tidak salah kalau tujuan pelayanan pemerintah maupun gereja adalah menolong orang miskin.
Mengapa orang miskin harus ditolong? Alasan utamanya adalah karena orang miskin dianggap tidak bisa menolong dirinya sendiri.
Tetapi apakah hanya orang miskin yang tidak bisa menolong dirinya sendiri?
Kalau kita amati dengan seksama, orang-orang miskin itu bisa menolong orang-orang kaya. Mereka sebagian besar justru menghabiskan waktunya untuk mengabdi kepada orang kaya, bekerja untuk menolong agar orang kaya menjadi semakin kaya.
Dapat dikatakan bahwa orang bisa menjadi kaya, karena dibantu oleh orang-orang miskin. Semakin kaya semakin banyak orang miskin yang dibutuhkan untuk membantunya.
Tanpa bantuan orang-orang miskin, orang tidak bisa menjadi kaya.Sekali lagi saya tegaskan, Tidak mungkin orang kaya tanpa bantuan orang miskin.
Jadi soal melayani orang kaya itu soal biasa. Hampir semua orang di antara kita memiliki pengalaman melayani orang kaya, dengan bentuk pelayanan yang berbeda-beda.
Bagaimanakah caranya Gereja melayani orang kaya? Dalam injil Lukas 19:1-10, Tuhan Yesus menunjukkan apa yang harus dikerjakan oleh Gereja kepada para orang kaya.
Marilah kita pelajari dengan seksama.
Ø Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus
Zakheus adalah orang kaya. Ia menjadi kaya dengan cara mengelola cukai pemerintah kekaisaran Romawi.
Karena bekerja untuk pemerintah Romawi, maka ia tidak disukai oleh masyarakat Yahudi. Ia dianggap antek penjajah. Orang berdosa.
Sehingga Zakheus yang kaya dengan harta itu, menjadi miskin secara sosial. Kaya harta tapi miskin kawan dan saudara. Kasihan Ya?
Karena itu, Zakheus butuh pertolongan. Untuk itu Tuhan Yesus mau menolongnya.
Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus menghampiri Zakheus dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
Tuhan Yesus menghargai Zakheus. Tapi orang banyak tidak menyukai hal itu.
Orang banyak bersungut-sungut karenanya. “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
Mengapa ada orang kaya dibenci oleh orang banyak?
Paling tidak ada dua alasan:
1. Caranya mendapatkan kekayaan dinilai merugikan kepentingan orang banyak.
2. Caranya menggunakan kekayaan tidak menguntungkan orang banyak.
Tuhan Yesus mengatakan ,”Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Zakheus menyambutnya dengan sukacita.
Tetapi suka cita Zakheus menjadi terganggu, ia disadarkan oleh Tuhan Yesus bahwa ada orang banyak yang tidak menyukainya.
Memang, Tuhan Yesus menghargai dan menghormati Zakheus, tetapi orang banyak membenci dan merendahkan Zakheus. Zakheus orang berdosa, tidak pantas bergaul dengan Yesus.
Tuhan Yesus menolong Zakheus untuk memasuki kesadaran baru mengenai siapa dirinya, yaitu orang berdosa yang tidak pantas menerima Yesus di rumahnya.
Zakheus menyadari bagaimana caranya ia mendapatkan kekayaan, dan bagaimana ia selama ini menggunakan kekayaannya.
Zakheus harus memilih, bertahan dengan cara hidupnya yang lama, yaitu tanpa Yesus dan tidak disukai orang banyak, atau mau berubah dengan cara hidup yang baru, bersama Yesus dan disukai banyak orang.
Ø Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus
Ternyata Zakheus memilih untuk berubah. Karena itu ia mengatakan:
"Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Zakheus merasa gembira atas kesediaan Tuhan Yesus menumpang di rumahnya. Ia mengalami perubahan kesadaran. Ia tergerak untuk terlibat dalam pelayanan bagi orang miskin. Ia tergerak untuk memperbaiki relasinya dengan orang-orang yang diperasnya.
Dan Tuhan Yesus pun menyambut sikap Zakheus itu dengan gembira:
"Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Penyelamatan berlangsung ketika orang kaya terlibat dalam proses berbagi kehidupan, bertobat dari keserakahannya.
GKSBS Sumberhadi adalah jemaat yang bertekad untuk mengikuti jejak Tuhan Yesus.
Kita semua adalah orang-orang yang diutus melayani orang kaya agar bertobat dari keserakahannya dan membagikan kekayaannya demi kehidupan bersama. Sehingga yang mengambil banyak tidak kelebihan dan yang mengambil sedikit tidak kekurangan.
Kita akan menjadi sebenar-benarnya gereja Tuhan Yesus Kristus, mana kala orang miskin dan orang kaya bisa hidup berdampingan dalam semangat berbagi kehidupan.
Kiranya Tuhan memberkati niat dan tekad kita mengikuti jejak Tuhan Yesus, menjalankan misi keselamatan. Amin.


