GKSBS Sumberhadi

Home Khotbah MEMBANGUN BAIT ALLAH

MEMBANGUN BAIT ALLAH

 

Ezra 1 : 1 - 11

1. TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia

Nabi Yeremia menubuatkan bahwa masa pembuangan bangsa Israel itu tidak berlangsung untuk selama-lamanya. Menurut Nabi Yeremia, bangsa Israel akan berada dalam pembuangan itu selama 70 tahun. Ketika sudah genap waktunya, maka TUHAN memulangkan bangsa Israel ke daerah asalnya.

TUHAN menggerakkan hati Koresh ,Raja Persia untuk melaksanakan tugas penting yaitu mendirikan Bait Allah di Yerusalem. Koresh melaksanakan tugas itu dengan cara sebaik-baiknya.

2. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN.

Koresh memerintahkan agar seluruh umat TUHAN, bangsa Israel meninggalkan negeri Babel dan kembali pulang ke Yerusalem –Yehuda. Untuk melakukan tugas mendirikan rumah TUHAN.

Sebagai bangsa tawanan, yang dibawa ke Babel, maka perintah untuk bangsa Israel agar pulang ke negerinya itu merupakan khabar gembira, khabar pembebasan. Tentu dengan gembira bangsa Israel berbondong-bondong kembali ke Yerusalem.

3. Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.

Orang-orang Israel tidak pulang dengan tangan hampa. Para tetangga-tetangga dan juga para pejabat dimana mereka berada diperintahkan oleh Raja Koresh untuk memberikan bantuan berupa emas dan perak, harta benda dan ternak dan hadiah kenang-kenangan yang indah-indah. Selain itu, Raja Koresh juga menyerahkan seluruh perlengkapan rumah Tuhan yang dulu dijarah oleh Raja Nebukadnezar.

Dari cerita itu kita bisa mendapatkan hikmat dari kebenaran Firman Tuhan, yaitu:

Ø Tuhan setia menepati janji-Nya

Kita harus mempercayai bahwa Tuhan Allah kita itu setia dengan janji-Nya. Tuhan Allah kita pasti menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya melalui para hamba-Nya. Pemulangan bangsa Israel dari pembuangan itu telah dinubuatkan oleh para nabi dan ternyata itu benar-benar terjadi. Karena itu, kita juga harus percaya kepada janji-janji Allah, kita harus berani berharap akan pertolongan Tuhan Allah. Karena sesungguhnya, Tuhan Allah kita adalah setia, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan berlaku turun temurun.

Jika hari ini, saudara-saudara bernasib buruk, menghadapi berbagai-bagai masalah yang berat dan rumit, menderita gangguan penyakit, jangan khawatir, masih ada Tuhan Allah yang siap menolong. Tuhan Allah pasti akan menolong kita semua pada waktunya. Percayalah dan bersabarlah, tetaplah berharap kepada-Nya.

Ø Tuhan menghendaki identitas yang jelas bagi umat-Nya

Bangsa Israel di negeri Babel mengalami kesulitan untuk menunjukkan identitas atau jati dirinya sebagai umat pilihan Allah. Kebercampuran dengan bangsa-bangsa lain dan iman kepercayaan lain, menjadikan bangsa Israel sulit dibedakan dengan bangsa lain. Ketidak jelasan identitas juga membuat bangsa Israel mengalami kesulitan dalam menetapkan arah dan tujuan hidupnya. Bahkan ada kemungkinan berangsur-angsur mengalami kekaburan dan musnah.

Pembangunan rumah Tuhan sebagai pusat kehidupan keagamaan dan kebudayaan bangsa Israel akan meneguhkan identitas mereka sebagai umat Tuhan Allah. Rumah Tuhan yang didirikan lagi itu menjadi kebanggaan bangsa Israel dan memperkuat kesadaran bangsa Israel bahwa mereka adalah umat Tuhan Allah, dan mempunyai hubungan yang istimewa dengan Tuhan Allah.

Ø Tuhan menghendaki kehidupan bersama yang damai dan saling menghormati perbedaan-perbedaan

Identitas harus jelas, tetapi hal itu juga harus ditopang dengan semangat menghargai perbedaan. Sebab bagaimanapun perbedaan itu adalah alat yang dibutuhkan untuk mengenal diri maupun orang lain.

Raja Koresh adalah seorang raja yang menghargai iman kepercayaan bangsa Israel sehingga memerintahkan pembangunan bait Allah. Melalui cerita ini kita boleh semakin diyakinkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita bisa hidup berdamai dengan sesama kita yang berbeda suku maupun agamanya dengan kita. Di Indonesia ini kita semua sudah mengaku sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Sekalipun kita juga tahu bahwa ada banyak suku bangsa dan bermacam-macam agama.

Marilah kita bangun kebiasaan untuk menghargai perbedaan, sehingga kita juga berani menegaskan identitas kekristenan kita di tengah masyarakat. Cara beragama yang berbeda bukanlah halangan bagi kita untuk setia dan taat kepada Tuhan Allah.

Sungguh amat baik jika anak-anak kita , kita didik untuk menghargai orang yang berbeda agama, berbeda suku dan berbeda kebiasaannya. Biarlah sejak dini anak-anak kita belajar demokrasi dan toleransi. Semoga Tuhan memberkati. Amin.

 

 

 

Share