PENDIDIKAN KHUSUS CALON PEMIMPIN
Daniael 1:1-20
Jemaat Tuhan yang kekasih
Sejak zaman dahulu setiap bangsa selalu membutuhkan adanya orang-orang yang memiliki keunggulan atau kelebihan , yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa.
Dari cerita dalam kitab Daniel ini, kita juga mendapatkan keterangan bahwa Raja Nebukadnezar bermaksud menyeleksi orang-orang dari kalangan bangsa Israel untuk dididik secara khusus dalam rangka menjadi pemimpin yang membantu dalam pelaksanaan tugas Sang Raja.
Raja Nebukadnezar menitahkan kepada Aspenas kepala istana raja untuk melakukan seleksi terhadap orang-orang muda dari kaum keluarga keturunan raja dari Israel, dan mendidik mereka selama tiga tahun, sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.
Dari cerita tersebut kita akan belajar bagaimana proses pendidikan kepada para calon pemimpin itu. Ada beberapa hal yang menarik untuk kita perhatikan sebagai bahan belajar.
1. Penjaringan dan pemilihan
Para calon pemimpin dijaring dari antara orang-orang yang dianggap mempunyai keunggulan.
Pada zaman dahulu yang dianggap mempunyai keunggulan itu dipertimbangkan berdasarkan asal-usul, yaitu apakah ia termasuk keturunan raja atau para bangsawan. Setelah jelas asal-usulnya, lalu dipertimbangkan bagaimana penampilan tubuhnya. Setelah itu dipertimbangkanlah bagaimana pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya.
Pada zaman sekarang pertimbangan-pertimbangan seperti itu masih juga bisa digunakan, hanya faktor asal-usul atau keturunan siapa tidak lagi digunakan.
Sebab ada banyak orang yang terbukti cakap dalam menjadi pemimpin walaupun berasal dari keturunan orang biasa.
2. Penempatan dalam asrama khusus
Orang-orang muda yang mau dididik menjadi calon pemimpin itu ditempatkan dalam asrama khusus.
Dengan menempatkan mereka di asrama khusus, mereka diharapkan agar tidak terganggu oleh hiruk pikuknya persoalan masyarakat di luar asrama.
Mereka bisa lebih berkonsentrasi untuk belajar dan lebih cepat serta lebih mendalam dalam menempuh pelajaran-pelajaran penting yang diperlukan.
Di Asrama itu juga diperhatikan menu makanan yang harus dimakan supaya mereka sehat dan cerdas otaknya.
Dalam cerita tersebut , Daniel dan kawan-kawannya memilih menu makanan yang berbeda dengan menu makanan yang biasa dimakan oleh raja dan para pegawai istana. Mereka mengutamakan menu makanan yang berupa sayur-sayuran.
Terbukti bahwa Daniel dan kawan-kawan lebih sehat dan cerdas dibandingkan dengan yang lainnya.
Agaknya kita juga perlu memberi menu makanan bagi keluarga kita dengan cara mengutamakan makanan sayur-sayuran yang beraneka macam. Sayuran yang alami yang bisa kita tanam di kebun kita sendiri, tentu lebih menjamin kesehatan keluarga kita.
3. Pembentukan pola tingkah laku atau kepribadian
Para calon pemimpin itu juga dilatih untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik. Cara hidup yang tertib dan disiplin diberlakukan dalam kehidupannya sehari-hari. Hal itu menghasilkan pola tingkah laku dan kepribadian yang baik sebagaimana yang diharapkan.
Mereka bukan saja pandai dan trampil dalam melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka, tetapi mereka juga memiliki budi pekerti yang luhur. Mereka menjadi orang yang berkepribadian baik, yaitu: jujur, baik hati, welas asih dan berpendirian kuat.
Jemaat tuhan yang kekasih
Cara pendidikan khusus yang dilaksanakan oleh Raja Nebukadnezar itu menghasilkan para kader pemimpin yang berkwalitas. Daniel, Hananya, Misael dan Azaryaa adalah orang-orang yang memiliki kecakapan yang melampaui orang-orang lain pada waktu itu.
Dikatakan pada ayat 20 demikian, Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
Namun demikian hal itu terjadi karena campurtangan Tuhan Allah. Dalam ayat 17 dikatakan : Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
Saya mengajak kita semua mengupayakan agar gereja kita juga bisa berpartisipasi dalam menyiapkan kader pemimpin, baik untuk kepemimpinan dalam gereja maupun masyarakat.
Alangkah baiknya jika anak-anak kita merupakan anak-anak yang sejak awal dipersiapkan untuk menjadi kader pemimpin. Biarlah kita sama-sama sejak awal memulai dari rumah kita masing-masing. Keluarga-keluarga kita, kita bangun menjadi tempat belajar yang baik. Keluarga yang sadar belajar, keluarga yang menjunjung tinggi pentingnya pendidikan bagi keluhuran martabat manusia.
Harapan kita ditengah carut-marutnya kekacauan bangsa kita dan krisis kepemimpinan yang terus berlangsung, adalah gereja yang mampu menyediakan para anggotanya untuk menjadi calon-calon pemimpin masyarakat masa depan.
Pemimpin yang cakap, jujur dan baik hati serta teguh pendiriannya adalah pemimpin yang terusmenerus dibutuhkan oleh setiap kelompok umat manusia.
Kiranya kita tetap yakin, bahwa kalau kita sungguh-sungguh mengelolanya dengan cara-cara yang baik dan benar, pastilah Tuhan memberkati dan menolong perwujudan harapan kita.
Mari kita bermimpi dan bernubuat, dari tempat ini dari jemaat GKSBS Sumberhadi ini, akan lahir pemimpin-pemimpin besar di masa depan.
Tuhan memberkati kita,
Amin.


