GKSBS Sumberhadi

Home Khotbah Mendengarkan Tuhan dan Mentaati Kehendaknya Meskipun Mengalami Kesulitan

Mendengarkan Tuhan dan Mentaati Kehendaknya Meskipun Mengalami Kesulitan

 

BAHAN KHOTBAH 27 Maret 2011

“Mendengarkan TUHAN dan mentaati kehendak-Nya, meskipun mengalami kesulitan.”

Mazmur 95 : 1-11

Mazmur 95 : 7b-8a

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskakan hatimu…

Jemaat Tuhan yang kekasih

Marilah kita lanjutkan pembacaan Alkitab dengan membaca :

Keluaran 17: 1-7

Jemaat Tuhan yang kekasih

Ada waktunya kita merasakan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Ketika kita merasa baik-baik saja, berkecukupan sandang dan pangan, dalam keadaan sehat dan punya banyak teman.

Ada waktunya kita tidak merasakan tuntunan Tuhan, merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkan kita. ketika kita sedang tertimpa musibah, sibuk dengan berbagai kesulitan yang tak kunjung ter-atasi, dan merasa sendirian menghadapi banyak kesusahan.

Bangsa Israel juga merasa kalau Tuhan Allah telah meninggalkan mereka. Sebab mereka berada di tengah padang gurun yang luas, sedang kehausan dan belum menemukan sumber air yang menjamin kelangsungan hidup mereka.

Bangsa Israel merasa telah diterlantarkan Tuhan, tidak lagi dipedulikan nasibnya. Bahkan mereka merasa kalau perjalanan melalui padang gurun itu merupakan cara yang dipakai oleh Tuhan melalui Musa untuk membinasakan mereka.

Mereka beramai-ramai protes,: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?”

Nampaknya, bangsa Israel beranggapan bahwa tuntunan atau pimpinan Tuhan itu hanya pada saat-saat yang menyenangkan. Kalau Tuhan yang memimpin , keadaannya akan selalu baik-baik saja. Kalau keadaannya buruk, tidak menyenangkan, sulit diatasi, itu pertanda kalau Tuhan telah meninggalkan mereka.

Bukankah mereka keluar dari Mesir karena mengikuti kehendak Tuhan? Bukankah Tuhan sendiri yang memimpin? Tetapi bagaimana mungkin Tuhan yang memimpin, sampai membuat mereka kehausan dan tidak kunjung mendapatkan air?

Saudara-saudara,

Cara berpikir bangsa Israel yang seperti itu, disebut mencobai Tuhan. Mencobai Tuhan karena mempertanyakan apakah Tuhan ada di tengah-tengah kita atau tidak. Mencobai Tuhan karena merasa kalau Tuhan tidak peduli dengan nasib buruk yang dialaminya.

Kita harus tahu, kalau Tuhan Allah adalah Tuhan yang harus ditaati secara mutlak. Tuhan yang harus ditaati pada waktu kita sedang baik-baik saja, dan tetap Tuhan yang harus ditaati pada waktu kita mengalami keadaan serba kesulitan.

Kita harus tahu, bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu. Tuhan berkuasa untuk membuat kita senang, berkuasa pula untuk membuat kita susah.

Kita harus percaya, bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan. Dia tetap akan melakukan penyelamatan pada waktunya dan dengan caranya.

Kita harus percaya, bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita dari berbagai kesulitan yang kita hadapi. Melepaskan kita dari bahaya yang menghadang kita.

Kita harus percaya, bahwa apapun yang kita alami dan hadapi, Tuhan yang maha pengasih itu tetap peduli dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Karena itu, mari kita mempercayai dengan tetap setia mentaati Tuhan Allah, sekalipun menghadapi berbagai-bagai kesulitan.

Mari kita tetap bersorak dan memuji nama-Nya, bersyukur atas segala hal yang boleh terjadi dan kita alami.

Jangan keraskan hatimu, lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan. Kalau kita senang kita bersenang-senang untuk Tuhan. Kalau kita sedang susah, kita juga bersusah-susah untuk Tuhan.

“Tuhan yang member, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama-Nya untuk selama-lamanya. Amin.

 

Share

Facebook Status "Apa Yang Anda Pikirkan?"