GKSBS Sumberhadi

Home Pemahaman Alkitab

Pemahaman Alkitab

Aman dan Nyaman dalam Perlindungan Tuhan

Mazmur 31 : 1 - 25

Pengantar:

Salah seorang ahli pikir mengatakan bahwa pada dasarnya kehidupan manusia itu selalu berada dalam kekuatiran atau keadaan terancam. Ketika seorang bayi lahir ke dunia, ia mengawali kehidupannya dengan jerit tangis memilukan. Kalaulah boleh dikatakan, ia secara naluri mengetahui bahwa keadaan di luar perut ibu adalah keadaan yang tidak aman, keadaan yang mengancam. Dalam perjalanan kehidupan selanjutnya, secara naluriah setiap orang selalu berupaya untuk mencari atau menciptakan keadaan yang aman dan nyaman. Katakanlah, bahwa semua orang selalu membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

Pokok Percakapan/diskusi:

  1. Apakah anda juga butuh keamanan dan kenyamanan? Coba ceritakanlah bagaimana cara anda memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman itu!
  2. Apa ancaman yang paling serius bagi kita pada saat sekarang ini? Cobalah diskusikan.
  3. Dalam menghadapi ancaman, apakah ada perbedaan antara orang yang berlindung kepada Tuhan dan yang tidak? Coba sebutkan perbedaannya!

Rencana Aksi:

Coba diskusikan sebuah rencana aksi yang ada hubungannya dengan ancaman kesehatan.

Usulkan kepada Majelis jemaat agar bisa diprogramkan menjadi kegiatan jemaat.

Pokok Doa:

  • Bersyukur atas pemeliharaan dan perlindungan Tuhan.
  • Mohon berkat untuk rencana aksi bidang kesehatan
 

Mendengarkan Tuhan Apapun Keadaannya (Bahan PA Masa PEnghayatan Paskah)

 

Mendengarkan Tuhan, Apapun Keadaannya

Keluaran 17:1-7


Pengantar

Ada waktunya kita merasakan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Ketika kita merasa baik-baik saja, berkecukupan sandang dan pangan, dalam keadaan sehat dan punya banyak teman.

Ada waktunya kita tidak merasakan tuntunan Tuhan, merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkan kita. ketika kita sedang tertimpa musibah, sibuk dengan berbagai kesulitan yang tak kunjung ter-atasi, dan merasa sendirian menghadapi banyak kesusahan.

Bangsa Israel juga merasa kalau Tuhan Allah telah meninggalkan mereka. Sebab mereka berada di tengah padang gurun yang luas, sedang kehausan dan belum menemukan sumber air yang menjamin kelangsungan hidup mereka.

Bangsa Israel merasa telah diterlantarkan Tuhan, tidak lagi dipedulikan nasibnya. Bahkan mereka merasa kalau perjalanan melalui padang gurun itu merupakan cara yang dipakai oleh Tuhan melalui Musa untuk membinasakan mereka.

Mereka beramai-ramai protes,: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?”

Nampaknya, bangsa Israel beranggapan bahwa tuntunan atau pimpinan Tuhan itu hanya pada saat-saat yang menyenangkan. Kalau Tuhan yang memimpin , keadaannya akan selalu baik-baik saja. Kalau keadaannya buruk, tidak menyenangkan, sulit diatasi, itu pertanda kalau Tuhan telah meninggalkan mereka.

Pokok Percakapan:

1. Tuhan Allah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan. Di antara Mesir dan Kanaan itu terbentang alam padang gurun yang sangat luas. Coba ceritakan apa yang anda ketahui tentang padang gurun. Hal-hal apa saja yang anda anggap penting di alam padang gurun itu?

2. Tuhan Allah memimpin bangsa Israel melewati padang gurun. Coba jelaskan, bagaimana cara Tuhan Allah memimpin bangsa Israel di padang gurun itu!

3. Kita tahu bahwa melewati padang gurun itu berarti melewati berbagai bahaya dan kesulitan. Sikap bagaimana yang sering dilakukan oleh bangsa Israel terhadap kepemimpinan Tuhan di padang gurun ?

4. Apa saran anda kepada bangsa Israel? Coba ungkapkan satu kata saja yang anda anggap paling penting bagi bangsa Israel di padang durum itu! Satu kata saja dan berikan alasannya.

5. Menurut pendapat anda, apakah perjalanan hidup kita juga dipimpin oleh Tuhan?

6. Apakah Tuhan juga memimimpin perjalanan hidup kita melewati situasi seperti padang gurun?

7. Sikap apa yang paling penting yang kita bisa andalkan ketika kita melewati situasi padang gurun?

Rencana Aksi:

Puasa adalah cara yang efektif untuk menghayati kepemimpinan Tuhan dalam situasi padang gurun. Bandingkan dengan Matius 4: 1-11 dan Yunus 3: 1-10.

Cobalah sepakati rencana untuk sungguh-sungguh berpuasa bersama-sama selama 10 hari saja. Bisa dilakukan pada hari senin – sabtu tanggal 4 – 9 April ( 6 hari ) dan rabu –sabtu tanggal 20-23 April (4 hari). Bicarakan bagaimana caranya berpuasa agar bisa dilaksanakan dengan kompak.

Pokok Doa:

1. Kita bersyukur atas kesabaran Tuhan terhadap sikap-sikap pemberontak yang sering kita lakukan.

2. Kita memohon agar Tuhan menolong kita bisa lebih bersabar dalam menghadapi setiap kesulitan.

3. Kita mohon berkat untuk rencana aksi puasa kita agar kita bisa bersama-sama menghayati sengsara Tuhan Yesus Kristus dengan cara sungguh-sungguh berpuasa.

 
More Articles...

Share

Facebook Status "Apa Yang Anda Pikirkan?"