Cara mendidik anak menurut Paulus
2 korintus 10 : 1 - 11
Pengantar
Akhir-akhir ini ada kegamangan dari para guru, terutama guru-guru Sekolah Dasar dan Menengah (SD-SMP) tentang pelaksanaan pengajaran di Sekolah. Ada beberapa kejadian yang diberitakan di Televisi, bahwa seorang Guru dituduh telah melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap muridnya, sehingga harus berurusan dengan polisi. Pada sisi lain juga diberitakan mengenai rendahnya mutu pengajaran di Sekolah-sekolah karena para murid-muridnya banyak yang tidak lulus dalam ujian akhir nasional. Menurut sebagian orang katanya, anak-anak sekarang itu bandel-bandel, sulit diajar, dan tidak punya minat belajar yang baik.
Dari surat Rasul Paulus ini kita hendak membicarakan mengenai pendidikan anak. Atau lebih tepatnya, kita hendak belajar bagaimanakah caranya mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Tentu kita tidak hanya bicara mengenai pendidikan anak di sekolah, tetapi yang lebih penting dari itu adalah pendidikan anak di rumah, di keluarga kita masing-masing. Untuk itu, 2 Korintus 10:1-11 akan kita jadikan sebagai bahan pertimbangan utama dalam menentukan pilihan sikap atau cara mendidik.
Tujuan dari pembicaraan kita bersama adalah agar kita menyadari pentingnya cara-cara yang baik dan benar dalam mengajar anak. Sehingga kita bisa sabar dan menemukan cara-cara yang benar dalam mengajar.
Pokok-pokok Diskusi:
1. Berani bersikap tegas. (baca: ayat 1-2)
Bersikap tegas atau menunjukkan pendirian yang jelas dan tegas merupakan sikap yang penting dalam pengajaran. Coba diskusikan dengan membandingkan pentingnya sikap lemah lembut. Bagaimanakah ketegasan itu dilakukan tanpa kehilangan warna kasih sayang?
2. Mengajar dengan kuasa. (baca: ayat 3-4)
Kewibawaan atau kuasa yang tampak dalam sikap orang tua atau guru memang penting. Tapi kewibawaan itu harus berdasarkan kasih dan kebenaran. Coba sebutkan hal-hal yang membuat orang kehilangan kewibawaannya!
3. Menegakkan disiplin. (baca ayat 5-6)
Bangsa-bangsa yang maju dan beradab pada umumnya kelihatan dari cara hidup dari orang-orangnya yang teratur dan berdisiplin tinggi, dan tampak juga dalam penghargaannya terhadap waktu. Kedisiplinan merupakan hal penting yang menjamin keberhasilan. Menurut anda, cara apa saja yang bisa digunakan untuk membangun budaya disiplin dalam keluarga ataupun sekolah? Apakah dengan cara menghukum anak bisa menjamin kedisiplinan?
4. Bertujuan untuk membangun. (baca ayat 7-8)
Bersikap tegas, berwibawa dan menegakkan disiplin itu berguna dalam membentuk kepribadian anak agar menjadi orang yang baik. Tetapi ada kalanya, anak-anak justru menjadi takut. Menurut pendapat anda, manakah yang lebih baik ditakuti oleh anak-anak, atau dihormati karena kebenaran; menghajar atau menghukum anak-anak sambil marah-marah, atau mengajar-menjelaskan dengan lemah lembut?
5. Bersikap jujur dan konsisten. (baca ayat 9-11)
Sikap yang berubah-ubah dari para orang tua atau guru berpengaruh terhadap kepribadian atau sifat anak-anak. Adat yang rusak karena pengaruh budaya modern membuat banyak orang tua atau guru menjadi ragu dalam bersikap dan bertindak. Cobalah diskusikan kebiasaan-kebiasaan apa saja yang anda anggap penting untuk dilatihkan kepada anak-anak agar masyarakat masa depan memiliki adat dan kebiasaan yang baik yang menopang kehidupannya di masa depan!


