GKSBS Sumberhadi 2010
Puji syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kepala Gereja yang telah menuntun perjalanan GKSBS Sumberhadi pada tahun 2010 ini. Beberapa peristiwa penting yang dianggap menentukan arah perjalanan GKSBS Sumberhadi ke depan, dicatat dan dilaporkan pada tulisan ini.
Pembiakan Jemaat GKSBS Sumberhadi
Pada sidang ke 59 GKSBS Klasis Sribhawono tahun 2008 di Sumberhadi telah diputuskan perlunya dijajagi kemungkinan pendirian jemaat baru di kawasan Gunung Balak, yaitu jemaat yang serius menggumuli konteks Hutan Lindung, karena para warganya berdomisili di kawasan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hutan Lindung. Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi menjalankan mandat sidang Klasis tersebut secara konsekwen dan pada awal Tahun 2009 membentuk Panitia CJ Gunung Balak, yang mengorganisir kelompok-kelompok yang berada di kawasan Hutan lindung Gunung Balak, yaitu Girimulyo, Bandar Agung dan Purwosari. Perlu dicatat bahwa mandat klasis sebenarnya bukan hanya kepada GKSBS Sumberhadi, melainkan juga kepada GKSBS Sribhawono namun dalam perjalanan, GKSBS Sribhawono bersikap lain. Sehingga belum bersedia menyerahkan kelompok Sidorejo menjadi bagian jemaat baru yang akan didirikan tersebut. Setelah melewati proses pergumulan yang cukup rumit dan unik, akhirnya rencana regrouping pembentukan jemaat baru di kawasan Gunung Balak tersebut berubah menjadi rencana pembiakan jemaat GKSBS Sumberhadi. Anehnya inilah yang diputuskan oleh Sidang ke 60 GKSBS Klasis Sribhawono.
GKSBS Sumberhadi tetap konsisten dalam pendirian jemaat baru sebagaimana dimandatkan oleh Sidang ke 59 GKSBS Klasis Sribhawono, walaupun dengan tertatih-tatih harus mengemis dukungan ke jemaat-jemaat seklasis. Akhirnya pada tanggal 10 Oktober 2010 didewasakanlah jemaat baru yang bernama GKSBS Gunung Balak. Dengan demikian GKSBS Sumberhadi telah berbiak menjadi 2 (dua) buah jemaat dewasa yaitu: GKSBS Sumberhadi dan GKSBS Gunung Balak.
GKSBS Sumberhadi berusaha mendukung pembangunan kapasitas Majelis Jemaat GKSBS Gunung Balak dengan cara membuat kerja sama bilateral. Dan menugaskan Pdt.Surahmat Hadi untuk menjadi pendamping Majelis Jemaat GKSBS Gunung Balak sampai jemaat tersebut berhasil memanggil pendeta jemaat.
Kepedulian terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup
GKSBS Sumberhadi berusaha untuk peduli dengan kelestarian lingkungan hidup dan kehidupan yang selaras dengan alam. GKSBS Sumberhadi meyakini bahwa Allah memberi mandat kepada umat manusia untuk menjalani kehidupan masyarakat yang selaras dengan alam lingkungannya. Karena itu, perjuangan untuk pemulihan lingkungan hidup yang telah rusak menjadi tanggung jawab seluruh umat manusia. Sebagai bentuk partisipasi dalam pemulihan lingkungan itu, GKSBS Sumberhadi pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke 32 melakukan penanaman pohon Pala sebagai aksi penanaman pohon masa depan. Tiap-tiap kepala keluarga diwajibkan menanam 2 batang pohon masa depan tersebut di pekarangannya. Sejalan dengan hal tersebut Majelis Jemaat juga menanggapi rencana masyarakat desa Itik Rendai untuk menyelenggarakan Hutan Kemasyarakatan, dan membentuk Komisi HKm yang ditugaskan melakukan advokasi terhadap penyelenggaraan HKm di kawasan Register 38. Sayangnya sampai sekarang program HKm tersebut belum jelas kelanjutannya. Dan Komisi HKm belum bekerja sebagaimana direncanakan. Semoga saja pada tahun 2011 akan menjadi lebih baik.
Peningkatan Transparansi Dan Akuntabilitas
Sejak beberapa tahun yang lalu telah ada upaya dari Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi untuk meningkatkan kapasitas kelembagaannya. Di tengah situasi bangsa dan Negara Indonesia yang marak terjadi tindak pidana korupsi ini, GKSBS Sumberhadi memandang perlu menunjukan kapasitasnya dalam mengantisipasi kejahatan korupsi dalam lembaga gereja. Karena itu, sejak pertengahan tahun 2009, Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi menetapkan Sistem Manajemen Keuangan yang transparan dan akuntable. Diterbitkanlah Buku Pedoman Manajemen Keuangan sebagai acuan dalam mengelola keuangan jemaat. Sehingga Pendapatan dan pembiayaan bisa dikelola dan dibukukan secara sistematis dan dilaporkan secara berkala. Pada tahun 2010 ini sistem manajemen keuangan jemaat diperbaiki dan ditingkatkan tranpasansi maupun akuntabilitasnya. Dalam hal ini berlaku moto:” kejujuran yang bisa dibuktikan adalah lebih baik dari pada sekedar dianggap jujur.” Sejalan dengan itu, Majelis Jemaat mengangkat Badan Pemeriksa Keuangan, yang dipercaya bisa mewakili para anggota jemaat dalam mengawal penanggungjawab Keuangan menjalankan tugasnya.
Pemuliaan Pemberitaan Firman
"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
GKSBS Sumberhadi ingin menjalani kehidupan berjemaat dan juga kehidupan pribadi para anggotanya dengan dasar Firman Allah. Pemberitaan Firman Allah menjadi sangat penting dan diupayakan lebih otentik dan kontekstual. Otentik karena merupakan upaya mendengarkan Allah yang telah berbicara melalui Alkitab. Dan kontekstual karena juga diupayakan untuk mendengarkan Allah yang berbicara melalui peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung pada masa kini .
Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan firman. Setiap bulan, sejak bulan juni 2010 diselenggarakan pertemuan guna membahas apa yang akan diberitakan sebagai firman Allah dalam kebaktian, persekutuan doa, maupun PA. Selain itu juga dicoba pola pergumulan firman secara dialogis dan dimungkinkan diskusi interaktif yang berujung pada kesepakatan rencana aksi yang akan dikerjakan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan atas perintah Allah yang diyakini bersama.
Pengembangan Kesaksian dan Pelayanan
“ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
GKSBS Sumberhadi berupaya menerapkan firman Tuhan tersebut secara benar dengan cara-cara yang lebih baik. Arah yang di tempuh adalah menjadikan kegiatan kesaksian dan pelayanan sebagai gaya hidup berjemaat, maupun gaya hidup para anggota jemaat. Berbagai bentuk kegiatan kesaksian dan pelayanan dikerjakan dengan tujuan bisa berdampak lebih luas dalam lingkungan gereja maupun masyarakat. Menetapkan arahnya dalam menggereja GKSBS Sumberhadi merumuskan pencitraan dirinya sebagai Gereja Para Pelayan. Dengan citra diri seperti itu, GKSBS Sumberhadi memilih posisi selangkah lebih maju dibandingkan dengan jemaat-jemaat sesinode GKSBS, sehingga diharapkan bisa menjadi model pengembangan jemaat GKSBS di pedesaan.
Pada awal September 2010, Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi memanggil sdr. Sugianto,STh untuk menjadi Tenaga Tugas Khusus pengembangan Kesaksian dan Pelayanan GKSBS Sumberhadi. Dalam proses selanjutnya, ia diteguhkan ke dalam jabatan Diaken dan diberi tugas sebagai Konsultan di bidang Kesaksian dan Pelayanan Masyarakat serta pengembangan kapasitas kelembagaan Majelis Jemaat GKSBS Sumberhadi. Jika diperkenankan Tuhan, pada bulan April 2011, Sdr.Sugianto, STh akan diteguhkan sebagai Pendeta Tugas Khusus Diakonia Masyarakat di Jemaat GKSBS Sumberhadi. Sejalan dengan perkembangan kesadaran diakonia di kalangan warga jemaat, pada akhir Tahun 2010 ini beberapa warga jemaat tergabung dalam sebuah proyek diakonia mandiri yang diberi nama Proyek Zakheus. Telah ada 4 Tim Zakheus yang secara serius ingin mengembangkan kegiatan usaha dalam rangka pembiayaan diakonia mandiri.
Harapan Masa Depan
"Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”
Ada banyak hal yang telah dikerjakan oleh Tuhan Allah dalam dan melalui GKSBS Sumberhadi. Beberapa hal yang telah dicatat dalam tulisan ini menjadi tanda dari keseluruhan karya Allah yang ajaib dan luar biasa yang melampau apa yang sanggup dipikirkan orang.
Dengan beberapa hal yang telah dicatat diharapkan dapat menjadi kaca mata yang bisa digunakan untuk melihat bahwa Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia. GKSBS Sumberhadi menyongsong masa depannya yang lebih cerah dengan keyakinan bahwa Allah ada bersama-sama dengan GKSBS Sumberhadi. Tentu semua bisa berharap bahwa hal-hal yang ajaib dan luar biasa akan terjadi dan terjadi lagi demi kemuliaan nama-Nya dan kesejahteraan umat-Nya.


