GEREJA ADALAH WADAH BAGI ORANG YANG INGIN BERBUAT BAIKMendialogkan Pemahaman Gereja Sebagai Komunitas Orang Kudus Oleh: Dkn. Sugianto[1]
Ada gejala bahwa jemaat-jemaat GKSBS cenderung hidup membenamkan diri dalam kegiatan-kegiatan ritual. Keprihatinan terhadap masalah-masalah social tidak pernah masuk dalam agenda diskusi gereja. Anggaran gereja terserap untuk kegiatan-kegiatan perayaan dan rutin. Program-program gereja hanya untuk melayani warga jemaat. Ada beberapa gereja yang berusaha membuat program – yang dimaksudkan – untuk merespon masalah-masalah social yang ada di sekitar gereja, tetapi nampak dilakukan asal-asalan, latah dengan trend yang berkembang dan tanpa kesadaran yang jelas. Padahal MPS GKSBS dan para pemikir di Sinode GKSBS – kelihatannya – tidak pernah berhenti berkampanye melalui berbagai media untuk mendorong agar jemaat-jemaat GKSBS menjadi gereja yang peduli dengan masalah-masalah social yang ada di sekitarnya. Dimanakah sumber masalahnya?
Gereja sebagai komunitas orang kudus
Menurut doktrin yang kita warisi disebutkan bahwa gereja kumpulan atau komunitas dari orang-orang yang sudah diselamatkan atau sudah ditebus dan dikuduskan. Sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, maka warga gereja harus memperlihatkan ciri hidup yang sudah diselamatkan.
|
||
|

Refleksi

